Jumat, 09 Desember 2016

drama TIK Smanco

video diesnatalis

Video Wisuda

10 entrepreneur wanita di Indonesia yang sukses mendobrak dunia startup

entrepreneur-wanita
Mengapa wanita kurang mendapat sorotan di dunia industri teknologi? Salah satu alasannya adalah karena masih kurangnya figur wanita yang bisa dicontoh. Alasan lainnya adalah ketidak percayaan VC dalam memberi investasi startup yang dipimpin oleh wanita. Sebuah studi yang dilakukan MIT di 2013 mengatakan bahwa “investor lebih yakin pada bisnis yang dipimpin oleh seorang pria ketimbang wanita, meskipun bisnis yang dijalankan serupa.”
Bagaimanapun, TechCrunch melaporkan bahwa di Amerika Serikat, 10 persen startup yang mendapat pendanaan di 2014 dipimpin oleh seorang wanita. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan tahun 2013, yang hanya sekitar lima persen.
Berdasarkan daftar pendanaan startup di Indonesia tahun 2014 yang diulas Tech in Asia, hanya dua dari 36 startup tersebut yang dipimpin oleh wanita (meskipun satu di antaranya telah masuk daftar dua kali berturut-turut, jadi secara teknis ada tiga dari total 36).
Kami percaya pentingnya memberi sorotan kepada para entrepreneur wanita yang telah memimpin startup mereka dengan sukses. Mereka semua mendobrak ‘norma’ dan siap memimpin ranah bisnis startup teknologi yang penuh dengan risiko.
Berikut daftar 10 nama tokoh technopreneur wanita di Indonesia yang telah menjadi contoh cemerlang dengan ide membangun startup di kategori berbeda, mulai dari kesehatan, fashion, dan juga sistem pembayaran online.

Aulia Halimatussadiah – NULIS BUKU

aulia halimatussaidah-nulisbuku
Nama Aulia Halimatussadiah sudah lama dikenal di ranah startup Indonesia. Ia telah menciptakan beragam buku fiksi dan membangun beberapa bisnis online, termasuk toko buku online kutukutubuku di 2006. Selain itu, ia juga memimpin startup yang menjadi platform self-publishing online Nulis.
Ollie, sapaan akrab wanita berhijab ini, tetap berjuang di ranah ini karena telah berkomitmen untuk terus mempromosikan para entrepreneur wanita di Indonesia. Melalui g, ia bersama dengan Anantya van Bronckhorst dan Ria Ariyanie memulai komunitas untuk founder startup wanita.

Catherine Hindra Sutjahyo – ZALORA

zalora cofounder catherine hindra sutjahyo
Catherine Sutjahyo meninggalkan pekerjaannya di McKinsey untuk bisnis yang lebih menantang: ia menjadi co-founder dan direktur Zalora Indonesia. Raksasa e-commerce ini merupakan bagian dari keluarga Rocket Internet dan diluncurkan di Indonesia pada tahun 2012.
Menjadi bagian dari jaringan Rocket Internet otomatis membuat nama Catherine bersinar dan ia kini bertanggung jawab mengurus pendanaan jutaan dolar dari firma seperti JP Morgan dan Rocket Internet.

Cynthia Tenggara – BERRYKITCHEN

Cynthia Tenggara dan suami
Cynthia Tenggara dan suami.
BerryKitchen merupakan layanan delivery katering yang mengantarkan makan siang kepada pelanggan yang sebagian besar merupakan pekerja kantoran. Sang founder, Cynthia Tenggara, sebelumnya bekerja di Grupon Indonesia, sehingga ia telah familier dengan perkembangan bisnis teknologi. Di Maret 2014, startup miliknya mendapat pendanaan dari ANGIN, angel investment asal Indonesia yang khusus mendanai startup menjanjikan yang dipimpin oleh wanita. Setahun berikutnya, BerryKitchen mendapat pendanaan lain dari East Ventures1.

Claudia Widjaya dan Yenti Elizabeth – BERRYBENKA

claudia wijaya berrybenka yenti elizabeth
Claudia Wijaya (kiri) dan Yenti Elizabeth (kanan)
BerryBenka memulai bisnisnya dari skala toko online kecil di Agustus 2011. Dikepalai oleh dua wanita, Claudia Wijaya dan Yenti Elizabeth, BerryBenka mungkin belum sebesar Zalora, namun bisnis ini menunjukkan performa menjanjikan untuk meyakinkan East Ventures menanamkan investasi di 2012. BerryBenka mendapat invertasi laiinya dari Gree Inventures di Januari 2013 dan pendanaan ketiga sebesar USD 5 juta (sekitar Rp 63 miliar) di akhir 2013.
Kedua wanita ini memulai bisnis kecil, hingga kini terus membesar.

Diajeng Lestari – HijUp

diajeng hijup
Diajeng Lestari bekerja di Mars Indonesia sebelum akhirnya terjun ke dunia e-commerce. Startup miliknya, HijUp, berfokus menjual barang fashion bagi Muslim. Dengan pertimbangan Indonesia memiliki populasi Muslim terbanyak, bisnis ini memiliki ide yang sangat bagus. Melakukan operasional secara bootstrap sejak 2011, HijUp mendapat investasi di 2015.

Diajeng kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa e-commerce miliknya juga dapat populer di negara Muslim lainnya.

Donna Lesmana – Lolalola

donna lesmana lolalola
Donna Lesmana merupakan founder e-commerce khusus lingerie wanita, Lolalola. Ia sebelumnya berkecimpung di dunia e-commerce peralatan olahraga outdoor . Ia memutuskan untuk mendirikan Lolalola setelah mengetahui besarnya potensi ranah toko lingerie online di Indonesia. Startup ini diluncurkan pada Agustus 2014 dan saat ini didukung oleh Ardent Capital yang berbasis di Hongkong dan aCommerce sebagai mitra logistik dan marketing.
Dengan mitra handal tersebut, Donna mungkin juga akan membawa Lolalola ke negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

Grace Tahir – Pilih Dokter

grace tahir ringmd pilihdokter
Grace Tahir telah bekerja di sektor kesehatan lebih dari satu dekade. Selain menjadi entrepreneur, Grace juga merupakan direktur RS Mayapada. Ia menjadi co-founder PilihDokter di 2014, sebuah platform yang ingin memberi solusi masalah kesehatan di Indonesia dengan cara menghubungkan konsumen dengan dokter handal dan menyediakan kesehatan berkualitas dan saran medis. Dan bisnis ini berjalan baik. PilihDokter telah mendapat pendaanaan dari platform konsultasi dokter asal Singapura RingMD.
Selain itu, Grace mendukung ekosistem startup sebagai angel investor. Di September 2014, ia menanamkan investasi pada platform manajemen HR, Talenta.

Hanifa Ambadar – Female daily

Hanifa Ambadar
Co-founder Female Daily Network, Hanifa Ambadar.
Hanifa Ambadar menjalankan jaringan media online Female Daily. Meskipun masih menjadi perdebatan apakah majalah online dapat dikategorikan ke dalam startup teknologi, Female Daily jelas masuk ke dalamnya. Dimulai dari blog fashion personal di 2005, Female Daily kini tumbuh besar – sangat besar lebih tepatnya.
Website mereka memiliki komunitas dan forum yang memungkinkan anggota terdaftar untuk menulis ulasan sebuah produk dan berpartisipasi di forum diskusi. Female Daily memiliki pandangan unik bagi wanita yang aktif di dunia online. Ini membantu Hanifa menjaring klien iklan dan juga membuat dirinya menjadi konsultan yang banyak dicari. Female Daily mendapat pendanaan USD 1 juta (sekitar Rp 13 miliar) yang digunakan untuk ekspansi bisnis.

Nabilah Alsagoff – Doku

nabilah alsagoff doku
Nabilah merupakan founder dan COO Doku. Melalui Doku, ia membangun platform untuk menghadapi persoalan rumit dalam pembayaran online di Indonesia. Doku telah melayani nama besar seperti Air Asia dan Sinar Mas.
Nabilah juga telah berada di ranah bisnis ini dalam jangka waktu lama. Ia mulai memikirkan tentang bisnis e-payment di 2002, saat ia masih menjadi konsultan bagi Kementerian Pariwisata Indonesia yang saat itu ingin membangun portal yang dapat membantu mengembalikan industri pariwisata Bali setelah peristiwa bom di pulau tersebut.
Pengalamannya menjadi inspirasi bagi banyak orang dan ia masih menyempatkan waktu untuk berbagi kisahnya dengan komunitas. Ia juga menjadi salah satu pembicara di Startup Asia Jakarta 2014.

Veronika Linardi – Qerja

veronika linardi qerja
Veronika Linardi merupakan co-founder Qerja, sebuah startup yang memungkinkan para pencari kerja dan karyawan berbagi informasi gaji secara anonim – topik yang jarang dibahas secara terbuka. Platform milik Qerja serupa dengan model bisnis yang diterapkan di AS.
Di awal Maret 2015, Qerja mendapat pendanaan sebesar delapan digit dari SB ISAT Fund, sebuah joint venture milik SoftBank dan Indosat. Tentunya, para VC percaya bahwa Veronika dapat membawa Qerja ke level selanjutnya. Veronika memiliki banyak pengalaman di bidang SDM. Ia juga telah memimpin perusahaan perekrutan kerja miliknya yang bernama Linardi Associates sejak 2006.
sumber :https://id.techinasia.com/daftar-founder-startup-wanita-indonesia


http://chillicon.files.wordpress.com/2012/02/the-way.jpg
"Technopreneurship adalah sebuah inkubator bisnis berbasis teknologi, yang memiliki wawasan untuk menumbuh-kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai peserta didik dan merupakan salah satu strategi terobosan baru untuk mensiasati masalah pengangguran intelektual yang semakin meningkat ( +/- 45 Juta orang)"

 
Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika (information and communication technology–ICT) telah diakui dunia sebagai salah satu sarana dan prasarana utama untuk mengatasi masalah-masalah dunia. Teknologi telematika dikenal sebagai konvergensi dari teknologi komunikasi (communication), pengolahan (computing) dan informasi (information) yang diseminasikan mempergunakan sarana multimedia.


Technopreneurship adalah sebuah inkubator bisnis berbasis teknologi, yang memiliki wawasan untuk menumbuh-kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai peserta didik dan merupakan salah satu strategi terobosan baru untuk mensiasati masalah pengangguran intelektual yang semakin meningkat ( +/- 45 Juta orang). Dengan menjadi seorang usahawan terdidik, generasi muda, khususnya mahasiswa akan berperan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan-lapangan kerja baru. Semoga dengan munculnya generasi technopreneurship dapat memberikan solusi atas permasalahan jumlah pengangguran intelektual yang ada saat ini. Selain itu juga bisa menjadi arena untuk meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan IPTEK, sehingga kita bisa mempersiapkan tenaga handal ditengah kompetisi global.

Disisi lain bahwa kurikulum Pendidikan TI berbasis Technopreneurship yang diberikan di perguruan tinggi memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Memberikan kontribusi kongkret dalam mensiasati masalah pengangguran intelektual di Indonesia.
2. Mengembangkan spirit kewirausahaan di dunia perguruan tinggi.
3. Meminimalisir gap antara pemahaman teori dan realita praktek dalam pengelolaan bisnis.

Manfaat bagi mahasiswa dalam proses implementasi Technopreneurship Based Curicullum adalah sebagai berikut :
1. Memperoleh pencerahan mengenai alternatif profesi sebagai wirausaha selain sebagai ekonom, manajer atau akuntan atau profesi lainnya.
2. Memiliki skill-based yang memadai dalam bidang Teknologi Informasi
3. Mendapatkan pengetahuan dasar dalam bentuk teori maupun praktek magang dalam mengelola suatu bisnis.
4. Memperoleh akses untuk membangun networking dunia bisnis.

Sedangkan bagi Perguruan Tinggi sebagai fasilitator adalah :
1. Menjadi bentuk tanggung jawab sosial sebagai lembaga pendidikan untuk berkontribusi dalam mengatasi masalah pengangguran.
2. Menjadi bagian penting dalam upaya menjembatani gap kurikulum pendidikan antara lembaga pendidikan dan industri pengguna.
3. Menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan mutu lulusan.
4. Menjadi wahana interaksi untuk komunitas Perguruan Tinggi yang terdiri dari alumni, mahasiswa, dosen, dan karyawan dengan masyarakat umum.

Berdasarkan tujuan tersebut di atas, maka Program Pengembangan Budaya Technopreneurship atau kewirausahaan di Perguruan Tinggi dirancang meliputi 6 (enam) kegiatan yang saling terkait, yaitu:
1. Pelatihan materi ”Techno SKILL BASED”
2. Magang Kewirausahaan
3. Kuliah Kewirausahaan
4. Kuliah Kerja Usaha
5. Karya Alternatif Mahasiswa
6. Konsultasi Bisnis dan Peluang usaha

Secara teknis, implementasi pendidikan TI berbasis TECHNOPRENEURSHIP ini, sama saja seperti perkuliahan pada umumnya, hanya saja pada 2 semester pertama secara intensif para mahasiswa diberikan pelatihan (training) sebagai pondasi awal berupa penguasaan bahasa pemrograman (VB.Net/C#/Java) atau disain grafis 3D, WEB, dan ini disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri TI saat itu.

Proses pelatihan diberikan bersamaan dengan perkuliahan reguler, sehingga mereka mendapat pembinaan secara intensif & fokus untuk mempersiapkan SKILL Based mereka. Pada saat mereka menginjak semester 3, mereka melakukan proses pemagangan di perusahaan/industri TI, setelah itu diharapkan para mahasiswa sudah bisa bekerja secara part time di beberapa perusahaan, sehingga ketika mereka telah menyelesaikan studinya, mereka memiliki asset berupa knowledge & experince yang cukup untuk menjadi Technopreneur, atau alternatif lainnya mereka tetap bisa bersaing secara kompetitif untuk mendapatkan lapangan pekerjaan dengan bekal IPTEK yang mereka telah kuasai.

Menatap masa depan berarti mempersiapkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap pembelajaran dan merupakan terapi akademis & kesehatan jiwa bagi anak bangsa, semoga munculnya generasi technopreneurship dapat memberikan solusi atas permasalahan jumlah pengangguran intelektual yang ada saat ini. Selain itu juga bisa menjadi arena untuk meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan IPTEK, sehingga kita bisa mempersiapkan tenaga handal di tengah kompetisi global. Mulailah dari diri sendiri untuk berbuat sesuatu guna menciptakan pendidikan kita bisa lebih baik dan berkualitas, karena ini akan menyangkut masa depan anak-anak kita dan juga Bangsa Indonesia.
sumber :  http://tekno-preneur-ship.blogspot.co.id/2013/04/technopreneurship-tujuan-dan-manfaat.html

PENGUSAHA MUDA

Apa itu pengusaha muda?
      Makna entrepreunership adalah: seseorang dengan kemampuan memaksimalkan potensi
yang ada dalam diri dan lingkungan untuk diolah menjadi produk barang dan jasa yang bisa dijual,akhirnya mampu memuaskan masyarakat luas.
Sebelum istilah wirausaha sepopuler seperti sekarang ini, dulu sering kita dengar istilah wiraswasta. Kata “wiraswasta” berasal dari Wira yang berarti utama, gagah, berani, luhur, teladan atau pejuang. Swa berarti sendiri dan Sta berarti berdiri. Jadi wiraswasta (entrepreneur) berarti pejuang yang utama, gagah, luhur, berani dan layak menjadi teladan dalam bidang usaha dengan landasan berdiri diatas kaki sendiri.
     Wirausaha merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menangkap peluang bisnis, mengumpulkan sumberdaya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan mengambil tindakan yang tepat dalam memastikan keberhasilan.
Sifat – Sifat Yang Harus Dimiliki Wirausaha
Untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses, diperlukan sifat – sifat sebagai berikut :
1. Terbuka pada pengalaman
2. Melihat sesuatu dengan cara pandang yang berbeda
3. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
4. Memiliki rasa tepo seliro (toleransi yang tinggi)
5. Mampu menerima perbedaan
6. Independen dalam pertimbangan, pemikiran dan tindakan
7. Membutuhkan dan menerima otonomi
8. Percaya pada diri sendiri
9. Berani mengambil resiko
10. Tekun dan ulet

Syarat – Syarat Wirausaha
Setiap wirausahawan pasti ingin sukses dalam menjalankan usahanya. Untuk itu seorang wirausahawan harus membekali dirinya dengan hal – hal sebagai berkut :
1. Memiliki sikap mental yang positif
2. Mampu berpikir kreatif
3. Rajin mencoba hal – hal yang baru ( inovatif )
4. Memiliki motivasi dan semangat juang yang tinggi
5. Mampu berkomunikasi
Definisi Kewirausahaan memang banyak dibuat oleh para ahli, tetapi mereka melihat dari perspektifnya masing-masing. Agar pengertian kewirausahaan dapat diterapkan sesuai dengan lingkungan negara kita, maka telah disepakati definisi sebagai berikut ini.
Kewirausahaan adalah kesatuasn terpadu dari semangat, nilai-nilai dan prinsip serta sikap, kuat, seni, dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan piahak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat, bangsa dan negara.
CERITA SUKSES PENGUSAHA MUDA!
   Hamzah sudah belajar berbisnis mulai usia dini pada waktu kelas 5 SD
dengan menjual beberapa macam permainan seperti kelereng, petasan,danberbagai macam permainan yang disukai anak-anak.Mulai beranjak dewasa padawaktu masuk jenjang SMA Hamzah mulai
berbisnis dalam bidang pulsa dan buku – buku dengan melobi pamannya yang
mempunyai Toko buku yang besar Hamzah mulai menjadi Distributor
Buku dengan diskon 30 % dari pamannya. Buku tersebut dijualkan kepada
adik kelas dan kakak kelasnya dengan diskon 10% sehingga dia meraup
keuntungan 20% setiap bukunya.Dari itu semua hamzah mengantongi Rp 950 ribu.
Uang jerih payah dari hasil penjualan pulsa dan keuntungan buku kemudian
ditabungnya. Sebagian dipakai untuk membuka konter pulsa dimana bagian
operasional diserahkan kepada teman SMP-nya sementara Hamzah hanya
menaruh modal saja. Sayangnya, bisnis itu tak berjalan lancar. Omzet
yang didapat sering kali dipakai tanpa sepengetahuan dan seizin Hamzah.
Voucher pulsapun juga sering dikonsumsi secara pribadi. Dengan kerugian
yang diteriman, Hamzah akhirnya memutuskan untuk menutup usaha yang
hanya berjalan selama kurang lebih 3 bulan itu.Hamzah tidak putus asa
dan kembali lagi merenungi kesalahannya dan membaca biografi
pengusaha-pengusaha besar tak lama kemudian ia berjualan snack-snck roti
dan meraup keuntungan 5 jutaan dan setelah itu ia ketemu dengan mitra
bisnis yang menjual franchise bimbel seharga 175 juta tetapi hamzah
tidak punya uang sebesar itu kemudian di harus pinjam ayahnya yang
sebagai dosen tetapi ayahnya hanya meminjami uang 70 juta yang
semestinya untuk dibelikan mobil.Hamzah melobi untuk membayar 75 juta
dulu sisanya yang 100 juta untuk dicicil.
Di bisnis bimbel ini peruntungan Hamzah tiba. Seiring dengan lulusnya
Hamzah dari SMA, Hamzah sudah memegang 3 lisensi franchise, jumlah siswa
yang diatas 200 orang, omzet 360 juta per semester, dengan untung
bersih 180 juta per semester.
Merasa bisnis bimbelnya sudah mulai stabil dan bisa didelegasikan. Hamzah melirik bisnis sofabed.
Sebuah perusahaan sofabed yang sudah jalan tiga bulan dia beli dan dia
kembangkan. Perkembangannya yang cukup pesat membuat Hamzah bisa
mengantongi omzet 160 juta perbulan.
Dan itulah sedikit rangkuman Profil Biografi & Kisah Sukses Pengusaha Muda Hamzah Izzulhaq, dan dibawah ini akan dibeberkan 5 Tips Bisnis ala Hamzah Izzulhaq :
Pertama, memperbaiki hubungan dan kualitas komunitas atau
lingkungan kita. Lingkungan sangat berpengaruh besar dalam membentuk
karakter dan perkembangan jiwa kita. Misalnya, ketika kita melontarkan
hasrat untuk terjun ke dunia bisnis, maka tidak menutup kemungkinan
banyak yang akan bilang “ah, ngapain sih bisnis? nanti aja” “sok tua
loh! nikmati hidup aja dulu!”.
Nah, jika kita berteman dengan
orang-orang yang berpikiran pesimis seperti, ada kemungkinan kita tidak
akan maju. Untuk itu pilihlah lingkungan dan komunitas pergaulan yang
tepat.
Kedua, bagi Anda yang ingin memulai bisnis,
janganlah memulai dari nol! Maksudnya, kalau istilah tangga, ada tangga 1
sampai 5, maka kita mulailah di tangga yang ke 4 atau ke 5. Misalnya,
kita bisa meneruskan suatu usaha yang sudah dirintis oleh orang lain.
Ketiga,
Jangan NATO (No Action Talk Only). Ketika kita sudah punya banyak
teori, langkah selanjutnya yang paling penting kita lakukan adalah
ACTION, bertindak. Lakukan bisnis kita mulai sekarang, tidak ada kata
menunda, nanti saja, atau kalau saya sudah besar!
Keempat,
perbaiki hubungan kualitas kita dengan orang tua dan Tuhan. Hubungan
dengan orang tua harus tetap terjaga dengan baik dengan selalu meminta
pendapat dan nasehat tentang berbagai hal. Jangan mentang-mentang sudah
sukses, lalu kita lepas dari orang tua kita. Apalagi dengan Tuhan,
berdoa dan mohon petunjuk-Nya merupakan hal esensial lainnya yang harus
kita jalankan.
Kelima, ingat kepada orang lain. Selalu
tanamkan makna “the power of giving”, bersedekah, berbagi dengan orang
lain. Kekuatan memberi bukanlah isapan jempol belaka. Semakin banyak
Anda memberi, maka akan semakin banyak pula Anda menerima.
 sumber : http://samberita.blogspot.com/2013/09/profil-dan-kisah-sukses-hamzah-izzulhaq.html

Minggu, 04 Desember 2016

Cerita di minggu pagi

Assalamu'alaikum ya akhi dan ukhti.  Ini pertama kalinya aku cerita disini hehe maklum masih baru soalnya.  Jadi gini aku adalah seorang perempuan yang masih berumur 18th , masih mudah kan ya masih luchu imyutnya hehe. Aku sekarang duduk dibangku perkuliahan prodi ekonomi syariah. Aku ini adalah anak pertama dari 3 bersaudara,  adikku keduanya cowok dan aku anak cewek tercantik (soalnya sendirian hehe). Ya jadi gini aku pengen cerita tentang pertemanan,  yang namanya temen kalian punya dong pasti?  Banyak malah yakan? Pastinyaa. Jadi gini dalam pertemanan itu bukan soal seberapa kita lama mengenalnya tapi seberapa kita bisa untuk tetap dekat dengannya disaat orang yang baru itu singgah sebagai teman. Ya intinya jangan suka melupakan orang ketika kamu tidak mau dilupakan. Ya pastinya semua orang ingin kan selalu diingit sebagai teman?  Ya intinya jangan tiba-tiba menjauh dan menghilang tanpa sebab dong.  Karna apa yang kamu tabur itulah yang akan kamu tuwai. Artinya perlakukan orang lain seperti halnya kamu ingin diperlakukan.  Ya intinya tetap jaga komunikasi dan kesolidtan sama teman , jangan sampai miscomunikasi ya hehe.  Kalian gak pengen kan jauh atau dijauhi sama temen sendiri karna kita manusia hidup itu sebagai makhluk sosial jadi pastilah kita butuh yang namanya seorang teman. Sekian dulu ya cerita aki diminggu pagi ini.  Nantikan cerita yang selanjutnya ya hehe.  Happy weekend,  tetap semangat ya akhi dan ukhti.  Wassalamu'alaikum wr. Wb

Rabu, 30 November 2016

Awal

Alhamdulillah saya sudah buat blogger, baru lagi.
Nama boggernya dikaauliya87.blogspot.com.
Atas perhatiannya saya ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Bapak Dosen Muhamad Nasim, S.Kom.
Semoga dibalas jasanya oleh Allah SWT.

اَلْحَمْدُ الله